Pengikut

Selasa, 20 Maret 2012

300 Peribahasa INDONESIA Untuk SD dan SLTP


 

Kata Pengantar

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya telah dapat menyelesaikan blog ini yang saya ambil dari buku Buku Saku 300 Peribahasa INDONESIA. Yang dikarang oleh B.WIYOGO penerbit dan percetakan CV"SETI-AJI" Surakarta, jl. sidoluhur No. 66, Waringinrejo, Skh 57552, Telp : (0271) 42990 - 633480 Fax : 633480. Penulis Solo, Desember 1995. di tulis ulang baruh jaya, 21 maret 2012.

ABU

1. Kalah jadi abu,Menang jadi arang
- menang atau kalah sama saja.

 2. Sudah jadi abu arang.
- sudah rusak sama sekali.

ADA

3. Ada gula, Ada Semut.
- Orang yang kaya biasanya banyak dikunjungi orang - orang, yang ikut mengecap kenikmatan dari kekayaannya.

4. Asal ada, Kecil pun pada.
- jika tidak ada yang banyak, sedikitpun yang ada pada kita, itu berguna dan bermanfaat.

5. Ketika ada sama dimakan, jika tak ada sama ditahan.
- bahagia atau menderita dialami bersama - sama.

6. Ada uang abang disayang, jika tak ada uang abang dibuang.
- mau enaknya sendiri, tidak menghiraukan orang lain.

ADAT

7. Adat hidup tolong menolong, adat mati jenguk menjenguk.
- suka lah tolong menolong dalam menghadapi bermacam- macam kesukaran hidup. 

8. Adat muda menanggung rindu, adat tua menhan ragam.
-  orang yang muda harus sabar, bila mengirimkan sesuatu / cita - cita.

9. Adat sepanjang jalan, cupak sepanjang betung.
- mengerjakan sesuatu, hendak lah menurut aturan yang berlaku.

10. Hidup dikandung hayat, mati dikandung tanah.
-  sebaiknya kita menurut kebiasaan yang baik.

AIR

11. Tambah air, Tambah sagu.
- kalau pekerjan bertmbah, tambah pula penghasilan.

12. Air beriak tanda tak dalam, 
- orang yanag sumbong biasanya bodoh.

13. Air susu dibalas dengan air tuba.
- kebaikan dibalas dengan kejahatan.

14. Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga.
- tingkah laku anak biasanya menurut contoh dari orang tua.

15. Air tenang menghanyutkan.
- orang yang pendiam biasanya banyak pengetahuannya.

16. Pandai berminyak air.
- pandai memanfaatkan yang kurang bermanfaat (berguna).

17. Menjilat air liur.
- sudah dibuang di pungut lagi.

18. Ada air, ada ikan.
- dimana kita tinggal disitulah terdapat rezeki.

19. Air yang tenang jangan disangka tiada berbuaya.
- orang yang pendiam itu jangan disangka penakut atau dapat dipermainkan begitu saja.

20. Bagai air didaun talas.
- tidak mempunyai kehendak yang tetap.

21. Orang haus diberi air, orang yang lapar diberi nasi.
- seseorang yang menderita tiba - tiba mendapatkan pertolongan.

22. Berkering air liur.
- memberi nasiahat kepada orang yang tidak mau di nasehati.

23. Tak air hujan di tampung.
- segala upaya dilakukannya walaupun dengan menjual harta bendanyauntuk mencapai suatu yang dimaksud.

AJAL. 

24. Sebelum ajal berpantang mati.
- kehidupan dan kematian, Tuhan lah yang menentukan.

AKAL
25. Lubuk akal tepian ilmu.
- orang yang cerdik pandai, tempat kita bertanya atau meminta nasehat.

AKAR
26. Telalh berurat dan berakar.
- telah menjadi kebiasaan, sulit untuk di ubah.
27. Bergantung pada akar lapuk.
- mengharapkan pertolongan kepada orang yang tidak dapat menolong.
28. Kalau pandai menyencang akar, mati lalu kepucuknya.
- seluruh bawahannya pasti akan menyerah, jika pemimpinnya sudah ditaklukkan.

ALU.
29. Alu patah, lesung ilang.
- ditimpa kemalangan terus menerus.
30. Bagai alu pencungkil duri.
- mengerjakan sesuatu yang sukar dikerjakan.

ANAK
31. Belum beranak sudah ditimbang.
- belum berhasil dalam mendapatkan sesuatu, tetapi hati sudah beranggapan bisa berhasil.
32. Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba di susukan.
- menyelesaikan perkara orang lain, sedangkan perkaranya sendiri dilupakan.
33. Menggantang anak ayam.
- mengerjakan sesuatu yang sia-sia.
34. Anak baik, menantu molek.
- mendapatkan bermacam-macam ke untungan.

ANJING.
35. Anjing galak, babi berani.
- sama-sama beraninya.
36. Seperti anjing dan kucing.
- hidupnya selalu dipenuhi pertengkaran, tidak pernah rukun.
37. Anjing di beri makan nasi bilakan kenyang.
- tak ada faedahnya kita berbuat kebaikan kepada orang yang jahat.
38. seperti anjing yang berebut tulang.
- orang yang tamak dan suka memperebutkan harta orang lain.
39.  Bagai anjing menggonggong di ekor gajah.
- orang yang hina atau orang miskin, melawan orang yang berkuasa atau orang kaya.

ANGAN-ANGAN 
40. Angan-angan mengikat tubuh.
- pikiran  yang banyak menyusahkan diri kita.

ANGIN
41. Angin tak dapat ditangkap, asap tidak dapat di genggam.
- tidak mungkin merahsiakan hal-hal yang sungguh ganjil.
42. Kemana angin bertiup di situ cendongnya.
- orang yang tidak mempunyai pendirian yang tetap, biasa nya mengikuti orang yang pandai.
43. Kalau tak ada angin yang bertiup, tak.kan pohon bergoyang.
- suatu kejadian sudah tentu ada penyebabnya.
44. Bagai menyaring angin.
- melakukan pekerjaan yang sia- sia.
45. tahu diangin turun naik.
- mengetahui betul pada perubahan dan keadaan yang baik atau yang buruk.

ANGUS.
46. Angus tiada berapi, karam tiada berair.
- sangat sedih karena ditimpa kemalangan/ penderiataan terus-menerus.

ANTAR.
47. Datang tak di jemput, pulang tak diantar.
- tidak diperlakukan sebagi mana mestinya.

API.
48. Kalau taj\k ada api, masakan ada asap.
- perbuatan yang jahat akhirnya akan tersiar pula.
49. Bagai api dengan asap.
- persahabatan yang erat sekali.
50. Api padam puntong berasap.
- memunculkan perkara yang sudah basi.
 51. Sepertia api dalam sekam.
- kejahatan atau dendam yang tidak diketahui, karena disembunyikan.

APUNG.

52. Terapung sama hanyut, terendam sama basah.
- se ia sekata, sehidup semati , sehina semalu.

53. Terapung tak hanyut, terendam tak basah.
- perkara yang belum selesai.

54. Laksana terapung ditengah laut, dipukul ombak jatuh ketepi.
- Suatu perkara yang yang terkatung katung tidak menentu.

ARAH.

55. Arah bertukar jalan.
- cita-cita ( tujuan) sama, tetapi cara mencapainya berbeda jalan.

ARANG.

56. Arang habis besi binasa, tukang pekerja penat saja.
- suatu hal yang tidak menguntung kan bahkan merugikan.

57. Tercoreng arang didahi.
- mendapatkan malu karena perbuatan kita.

58. Terpijak arang, hitam taplak.
- perbuatan yang jahat, buruk akibatnya.
  
ASAM.

59. asam didarat, garam dilaut, bertemu dalam belanga.
- jika sudah jodoh, walaupun berbeda tempat tinggal, akhirnya bertemu juga.

60.  Sudah tahu asam garamnya.
- sudah diketahu keadaan yang sebenarnya.

61. Sudah seasam segaram.
- sudah tidak ada kekurangannya.


AYAM.


62. Seperti ank ayam yang kehilangan induknya.
- menderita kesukaran karena kehilangan/ ditinggalkan pemimpinnya.

63. Seperti ayam pulang ke lesung.
- kembali ketempat yang cocok dan disenangi.

64. Seperti musang berbulu ayam.
- pura - pura berbuat baik untuk menutupi kejelekannya.

65. Seciap bagi ayam, sedencing bagai besi.
-  se ia sekata, sehina semalu.


BADAK.


66. Anak badak di hambat-hambat.
- janganlah dengan sengaja mencari bahaya.

67. Seperti kulit badak.
- orang tidak berperasan.


BADAN.


68. Biarpun penat badan, asalkan hati suka.
- pekerjaan yang berat tidak akan terasa, biladi kerjakan dengan hati riang.

69. Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang juga.
- budi yang baik, takkan terlupakan selama-lamanya.

70. Selama hayat di kandung badan.
- selama masih hidup.


BAHASA.

71. Bahasa menunjukkan bangsa.
- tuturkata seseorang menunjukkan asal usulnya.

72. Bahasa dan bangsa itu tiada dijual atau dibeli.
- kita dihargai dan dihormati orang,karena budi bahasa, tingkah laku dan perangai kita baik.


BANGAU.


73.Setinggi - tinggi terbang burung bangau, hinggapnya kekubangan juga.
- sejauh-jauh orang merantau, akhirnya pulang kekampung halamannya pula.


BANTAL.

74. Orang mengantuk sorongkan bantal.
- memperuleh sesuatu yang sesuai dengan yang di inginkan.

BARA.

75. Bagai berpijak di atas bara hangat.
- gelisah karena sedang ditimpa kemalangan. 

 
BAU
76. Bau busuk, tiada tiada bangkai.
- tuduhan yang benar karena tidak ada bukti.

77. Jauh bau bunga, dekat bau tahi.
- saudara yang berdekatan biasanya sering bertengkar, bila berjauhan saling merindukan.

BAYANG.
78. Bayang-bayang sepanjang badan, selimut sepanjang tubuh.
- pengeluaran harus disesuaikan dengan pendapatan/penghasilan.

BELI.
79. Membeli tak memakai,memasak tak memakan.
- berusaha dengan susah payah tetapi tidak menikmati hasilnya.

BELUT.
80. Licin bagai belut.
- tak akan mudah ditipu orang karena cerdiknya.

81. Belut kena ranjau.
- orang yang licin, dapat ditipu orang.

BEBAN.
82. Ibarat beban, belum lepas dari bahu.
- masih tetap ditanggungan kita.

83. Seberat-berat beban, laba jangan ditinggalkan.
- walau pekerjaan itu sangat berat, kalau keuntungan besar, harus tetap diselesaikan.

BENANG.
84. Menegakkan benang basah.
- mengerjakan sesuatu yang sia-sia.

85. Sehari selembar benang, lama-lama menjadi kain.
- pekerjaan yang banyak dan sulitpun bila dikerjakan dengan sabar dan tekun, lambat laun dapat di selesaikan juga.

86. Putus benang dapat disambung, putus arang susah sekli.
- berselisih dengan keluarga, mudah berbaik kembali, berselisih dengan orang lain susah berbaik kembali.

BERANI.
87. Berani malu, takut mati.
- berani melanggar larangan, akhirnya menyesal.

88. Berani hilang tak hilang, mati tak mati.
- beranilah mengerjakan sesuatu, jangan bimbang, pasti nanti akan tercapai.

89. Berani karena benar, takut karena salah.
- orang yang bersah senantiasa dalam keadaan ketakutan.

BERAT.
90. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.
- selalu senasib dan sependeritaan.

BESI.
91. Memanggang besi panas.
- mengerjakan sesuatu dengan perasaan takut dan khawatir.

BIBIR.
92. Bibir saya bukan diretak panas.
- apa yang saya katakana itu benar.

93. Hanya sampai di bibir saja.
- apa yang dikatakan tidak keluar dari hati sanubari.

BICARA.
94. Banyak bicara, sedikit bekerja.
- orang yang banyak bercakap biasanya sedikit saja yang diperbuat.

BIJI.
95. Tertanam biji hampa.
- usaha yang sia-sia, tidak mendatangkan hasil.

BIDAN.
96. Beranak tiada berbidan.
- menderita karena kebodohannya sendiri.

BINI.
97. Hilang bini dapat dicari, hilang budi badan celaka.
- istri yang meninggal dapat dicari, tetapi jika akal yang hilang mendatangkan celaka.

BILANG.
98. Berbilang dari esa, mengaji dari alif.
- mengerjakan sesuatu itu harus memulai dari permulaan, berangsur-angsur hingga selesai..

BINTANG.
99. Bintang dilangit dapat dibilang, tapi arang dimukanya ia tak sadar.
- kekurangan orng lain dapat diketahui, tetapi kekurangn diri sendiri tidak disadari.

BISA.
100. Allah bisa oleh karena biasa.
- dapat mengerjakan sesuatu dengan lancar, karena seringnya mengerjakan pekerjaan tersebut.

101. Pisau senjata tiada bisa, bisa lagi mulut manusia.
- kata-kata yang melukai hati, lebih sakit daripada tikaman pisau belati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar